BREAKING NEWS! Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Tangkap DPO Bandar Sabu di Tanjung Balai, Tiba di Bandara Soekarno-Hatta

Mediatamanews|Tangerang – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil menangkap seorang daftar pencarian orang (DPO) kasus narkoba yang diduga berperan sebagai bandar sabu di Nusa Tenggara Barat (NTB). Tersangka berinisial EI alias Erwin Iskandar, biasa dipanggil Ko Erwin diamankan saat hendak melarikan diri ke Malaysia.
Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Kevin Leleury, mengatakan penangkapan dilakukan di Kota Tanjung Balai, Provinsi Sumatera Utara.
“Yang diamankan ini adalah DPO proses narkoba atas nama Erwin Iskandar. Penangkapan dilakukan di Tanjung Balai, Sumatera Utara, saat yang bersangkutan hendak melakukan penyeberangan menggunakan kapal dan diduga akan menuju Malaysia,” ujar Kevin kepada wartawan di area kedatangan Terminal 1C Bandara Internasional Bandara Soekarno-Hatta.
Menurut Kevin, saat dilakukan penangkapan, tersangka sempat melakukan perlawanan meski tidak signifikan. “Ada perlawanan, tapi tidak terlalu,” katanya.

Dari hasil penyelidikan sementara, EI diduga berperan sebagai bandar sabu yang beroperasi di wilayah NTB. Terkait dugaan keterkaitan dengan seorang perwira menengah Polri, AKBP Didik Putra Kuncoro, Kevin menyebutkan hal tersebut akan dijelaskan lebih rinci dalam konferensi pers resmi.
“Nanti untuk lebih jelasnya akan disampaikan pada saat press release oleh Dittipidnarkoba,” ujarnya.
Selain EI, polisi juga mengamankan dua orang lainnya yang diduga membantu upaya pelarian tersangka. Keduanya berinisial A alias G yang ditangkap di Riau, serta R alias K yang diamankan di Tanjung Balai. Peran keduanya diduga mengatur keberangkatan EI agar dapat melarikan diri ke Malaysia.
Dalam penangkapan tersebut, petugas turut mengamankan sejumlah uang tunai. Namun, nominalnya belum diungkap dan akan disampaikan dalam konferensi pers mendatang.
Saat ini seluruh tersangka telah dibawa ke kantor Dittipidnarkoba Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami jaringan serta aliran dana dalam kasus tersebut.
Info Redaksi
- Editor Naskah : Ian Rasya
- Uploader : Hasnoe