Jelang Mudik Lebaran, InJourney Aviation Services Perkuat Layanan Bandara dan Logistik di 35 Bandara

Mediatamanews|Tangerang (Banten) – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, berbagai pihak di sektor penerbangan terus meningkatkan kesiapan layanan untuk memastikan perjalanan masyarakat berjalan lancar dan aman. Pengelola ekosistem bandara melalui InJourney bersama mitra operasionalnya memperkuat layanan penumpang maupun logistik di puluhan bandara di Indonesia.
Direktur Utama IAS (InJourney Aviation Services), Budi Setyawan Wijaya, mengatakan persiapan angkutan Lebaran tahun ini dilakukan dengan mengacu pada evaluasi dan pengalaman operasional tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, perusahaan telah memetakan berbagai titik kritis layanan di bandara, baik pada proses keberangkatan maupun kedatangan penumpang.
“Ini bukan hanya persiapan dalam waktu dekat, tapi juga berdasarkan pengalaman tahun lalu. Kami sudah memetakan titik-titik kritis untuk empat layanan utama, mulai dari penumpang departure dan arrival, sehingga kami juga sudah menyiapkan berbagai langkah antisipasinya,” ujar Budi.
Selain layanan penumpang, IAS juga memberi perhatian khusus pada layanan kargo dan logistik yang turut meningkat selama periode mudik.
“Angkutan kargo atau logistik juga menjadi hal yang sangat penting. Kami sudah memetakan titik-titik kritisnya, dan saat ini sudah menerapkan platform digital untuk kargo yang diharapkan bisa mempercepat proses serta memudahkan tracking barang,” jelasnya.

Dengan sistem tersebut, proses pemantauan kargo menjadi lebih transparan dan diharapkan dapat meminimalisir potensi kehilangan barang selama proses distribusi.
Untuk mendukung kelancaran operasional selama angkutan Lebaran, IAS juga memperluas cakupan kesiapan layanan di berbagai bandara di Indonesia.
“Tahun lalu kami menetapkan 12 bandara utama. Namun tahun ini hampir semua bandara kami siagakan. Ada sekitar 35 station atau titik layanan yang kami siapkan, sehingga tim IAS siap melayani di seluruh bandara tersebut,” kata Budi.
Ia menambahkan, berdasarkan data sementara, jumlah penumpang pada periode Lebaran diperkirakan meningkat sekitar 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, angka tersebut masih dapat berubah seiring dengan permintaan tambahan penerbangan dari maskapai.
Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko InJourney, Yudi Rizkyyardi Darun, mengatakan pihaknya terus melakukan perbaikan layanan dari tahun ke tahun, terutama dalam meningkatkan pengalaman pelanggan saat menggunakan layanan bandara.
“Tentu kami terus melakukan perbaikan dari tahun-tahun sebelumnya. Fokus utama kami sekarang adalah peningkatan customer experience dan bagaimana melayani pelanggan di destinasi-destinasi prioritas,” ujar Yudi.
Selain itu, InJourney juga memperkuat integrasi antar entitas yang berada dalam ekosistem penerbangan, mulai dari pengelola bandara, maskapai, hingga penyedia layanan darat.
“Kami juga meningkatkan integrasi antar entitas yang kami kelola, misalnya bagaimana airport dan IAS semakin erat bekerja sama dalam memberikan layanan terbaik kepada penumpang di bandara,” katanya.
Dalam operasional penerbangan, gangguan seperti perubahan jadwal atau penundaan penerbangan juga menjadi perhatian. Yudi menjelaskan, koordinasi dengan maskapai akan terus diperkuat untuk meminimalisir dampak terhadap penumpang.
Sebagai contoh, ketika terjadi pemberitahuan operasional penerbangan seperti Notice to Airmen (NOTAM), pihak bandara langsung melakukan berbagai langkah mitigasi.
“Ketika ada pemberitahuan operasional seperti NOTAM yang berdampak pada penerbangan, kami menyiapkan penanganan bagi penumpang yang terdampak delay. Kami juga berkoordinasi dengan maskapai untuk melakukan rescheduling atau pengalihan rute penerbangan,” jelasnya.
Di sisi lain, InJourney juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum libur Lebaran dengan mengunjungi berbagai destinasi wisata di dalam negeri.
“Kami melihat Indonesia khususnya untuk penerbangan domestik adalah negara yang sangat aman. Ini menjadi momen yang baik bagi masyarakat untuk menikmati berbagai destinasi wisata di Indonesia sambil berkumpul bersama keluarga dengan aman dan nyaman,” ujar Yudi.
Ia menambahkan, kolaborasi antara maskapai, pengelola bandara, dan penyedia layanan darat akan terus diperkuat, termasuk melalui pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan akurasi penanganan bagasi maupun kargo.
Dengan berbagai persiapan tersebut, diharapkan operasional penerbangan selama periode mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar serta memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman bagi para penumpang.
Info Redaksi
- Editor Naskah : Ian Rasya
- Uploader : Hasnoe