Imigrasi Soetta Siapkan Layanan Untuk 35 Ribu Jamaah Jelang Haji 2026 Dengan Skema Makkah Route
Menjelang musim haji 2026, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI di Bandara Internasional Soekarno-Hatta memastikan kesiapan penuh dalam melayani keberangkatan calon jamaah haji. Pemberangkatan perdana dijadwalkan mulai 22 April 2026.
Pada musim haji tahun ini, Bandara Soekarno-Hatta direncanakan akan melayani sebanyak 35.285 calon jamaah haji yang berasal dari tiga embarkasi, yakni Pondok Gede, Bekasi, dan Cipondoh. Para jamaah akan diberangkatkan menuju Tanah Suci menggunakan maskapai Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines.
Untuk mendukung kelancaran proses pemberangkatan, pihak imigrasi telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari aspek operasional, penyiapan personel, hingga penguatan pengamanan keimigrasian. Seluruh proses pemeriksaan keimigrasian, termasuk pemberian tanda keluar, dilakukan secara terpusat di Asrama Haji Keberangkatan.
Selanjutnya, para calon jamaah diberangkatkan menuju bandara menggunakan bus yang telah disegel dan mendapatkan pengawalan ketat dari petugas imigrasi. Setibanya di bandara, jamaah langsung diarahkan menuju fasilitas Makkah Route di Terminal 2 untuk menjalani pemeriksaan keimigrasian oleh otoritas Arab Saudi.

Dengan adanya layanan ini, jamaah haji Indonesia yang tiba di Arab Saudi tidak perlu lagi menjalani pemeriksaan keimigrasian saat kedatangan, sehingga dapat langsung melanjutkan perjalanan menuju pemondokan.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Galih Priya Kartika Perdhana, menyampaikan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan secara maksimal guna memastikan kelancaran proses pemberangkatan jamaah.
“Dapat kami informasikan bahwa pemberangkatan calon jamaah haji melalui Bandara Soekarno-Hatta direncanakan akan dimulai pada 22 April 2026. Pada musim haji tahun ini, Bandara Soekarno-Hatta akan melayani keberangkatan sebanyak 35.285 orang yang berasal dari Embarkasi Pondok Gede, Bekasi, dan Cipondoh.”
Ia menambahkan, pihaknya juga telah memastikan kesiapan dari sisi operasional hingga pengamanan.
“Kami telah menyiapkan seluruh aspek pendukung, baik dari segi personel, operasional, maupun pengamanan, sehingga proses pemberangkatan calon jamaah haji dapat berjalan dengan lancar, cepat, dan nyaman bagi seluruh jamaah.”
Dengan skema layanan yang terintegrasi ini, proses keberangkatan jamaah haji diharapkan menjadi lebih cepat, tertib, dan memberikan kenyamanan maksimal bagi seluruh calon jamaah.