Berita UtamaKriminalNasional

Polres Bandara Soetta dan Bea Cukai Bongkar Home Industry Cartridge Etomidate di PIK, WN Singapura Ditangkap

Mediatamanews|Tangerang (Banten) – Polres Bandara Soekarno-Hatta bersama Bea Cukai Soekarno-Hatta membongkar sebuah rumah yang diduga dijadikan tempat perakitan cartridge berisi etomidate di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.

Dalam pengungkapan tersebut, petugas menangkap seorang warga negara Singapura berinisial LHM yang diduga berperan sebagai peracik cartridge etomidate siap edar.

Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Wisnu Wardana mengatakan pengungkapan kasus merupakan hasil pengembangan dari penindakan paket kiriman yang diduga berisi bahan baku etomidate.

“Dari hasil pengembangan, kami menemukan ribuan cartridge yang telah dipersiapkan untuk produksi massal. Saat ini penyidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap jaringan yang terlibat serta peran masing-masing pelaku,” kata Wisnu.

Dalam penggerebekan itu, petugas menyita ribuan cartridge kosong serta berbagai peralatan yang diduga digunakan untuk mengisi cairan etomidate ke dalam cartridge.

Penyidik juga masih mendalami lamanya aktivitas perakitan, jumlah cartridge yang telah diproduksi maupun diedarkan, serta keterlibatan pihak lain dalam jaringan tersebut. Berdasarkan penyelidikan awal, sekitar dua liter cairan etomidate diperkirakan dapat diolah menjadi hampir 2.000 cartridge siap edar, meski jumlah tersebut masih akan dipastikan melalui proses penyidikan.

Dok.istimewa

Sementara itu, Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang mengatakan kasus bermula dari penindakan paket kiriman berisi dua botol cairan etomidate seberat sekitar 2.200 gram bruto yang disamarkan dalam kemasan sampo.

Temuan tersebut kemudian dikembangkan menggunakan metode control delivery, yakni pengiriman paket tetap dilakukan di bawah pengawasan petugas hingga tiba di alamat tujuan.

“Dari hasil control delivery, kami bersama Polres Bandara Soekarno-Hatta menemukan lokasi yang diduga digunakan sebagai tempat perakitan cartridge etomidate. Di lokasi tersebut ditemukan cartridge kosong dan berbagai peralatan yang digunakan untuk mengisi cairan etomidate ke dalam cartridge,” ujar Hengky.

Ia menjelaskan modus yang digunakan berbeda dengan kasus sebelumnya. Jika sebelumnya cartridge berisi etomidate dibawa langsung oleh penumpang dari luar negeri, kali ini bahan baku berupa cairan dikirim melalui perusahaan jasa titipan, sementara cartridge kosong didatangkan melalui jalur terpisah sebelum dirakit di Indonesia.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, cairan etomidate tersebut diduga berasal dari Malaysia. Aparat gabungan masih mengembangkan kasus untuk mengungkap jaringan distribusi, asal pasokan bahan baku, serta kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat.

Polres Bandara Soekarno-Hatta dan Bea Cukai Soekarno-Hatta menyatakan perkembangan lengkap kasus akan disampaikan kepada publik setelah proses penyidikan rampung.

Info Redaksi

  • Editor Naskah : Ian Rasya
  • Uploader : Hasnoe