Berita UtamaNasionalPeristiwa

Tangis Haru Warnai Wisuda Santri Darul At-Taubah, Warga Binaan Rutan Cipinang Basuh Kaki Ibu

Mediatamanews|Cipinang (Jakarta) – Suasana haru dan penuh makna mewarnai Wisuda Santri Angkatan Pertama Pondok Pesantren Darul At-Taubah Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Cipinang, Jumat (18/06). Di tengah prosesi wisuda, para santri warga binaan melakukan ritual membasuh kaki ibu sebagai bentuk penghormatan, ungkapan rasa syukur, serta refleksi diri atas perjalanan hidup yang telah mereka lalui. Momen tersebut menjadi bagian yang paling menyentuh dalam rangkaian kegiatan wisuda yang turut dihadiri oleh keluarga para santri.

Prosesi dimulai ketika para ibu dan anggota keluarga dipersilakan duduk berhadapan dengan para santri. Dengan penuh ketulusan, para santri membasuh kaki ibu mereka sambil menyampaikan permohonan maaf dan ucapan terima kasih atas kasih sayang, doa, serta pengorbanan yang selama ini diberikan tanpa mengenal batas. Suasana semakin khidmat saat lantunan puisi dan pesan-pesan tentang bakti kepada orang tua mengiringi jalannya prosesi.

Tak sedikit santri yang meneteskan air mata saat bersimpuh di hadapan ibu dan bapak mereka. Begitu pula para orang tua yang hadir, tampak larut dalam suasana haru ketika menyaksikan putra-putra mereka menunjukkan perubahan sikap dan kesadaran selama menjalani pembinaan di Rutan Cipinang. Pelukan hangat dan tangisan kebahagiaan pun menjadi gambaran kuat tentang ikatan kasih sayang yang tidak pernah terputus oleh keadaan.

Dok.istimewa

Kepala Rutan Kelas I Cipinang, I Gusti Lanang Agus Cahyana Putra, menyampaikan bahwa prosesi basuh kaki ibu merupakan bagian dari pembinaan kepribadian yang bertujuan menanamkan nilai-nilai penghormatan kepada orang tua, kerendahan hati, serta kesadaran untuk memperbaiki diri. Menurutnya, pembinaan keagamaan tidak hanya berfokus pada peningkatan pemahaman agama, tetapi juga pada pembentukan karakter dan akhlak yang baik bagi warga binaan.

“Melalui momen ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa di balik setiap langkah kehidupan terdapat doa dan pengorbanan orang tua yang begitu besar. Prosesi basuh kaki ibu menjadi simbol penghormatan, penyesalan atas kesalahan yang pernah dilakukan, sekaligus tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Kami berharap nilai-nilai yang diperoleh selama mengikuti pembinaan di Pondok Pesantren Darul At-Taubah dapat menjadi bekal berharga bagi warga binaan untuk menata masa depan yang lebih baik dan kembali ke tengah masyarakat dengan penuh tanggung jawab,” ujar I Gusti Lanang.

Info Redaksi

  • Uploader : Ian Rasya