Berita UtamaLipsusNasional

Cegah Kebakaran Saat Cuaca Ekstrem, DLH Kota Tangerang Intensifkan Penyiraman TPA Rawa Kucing

Mediatamanews|Tangerang (Banten) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang terus memperkuat langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Rawa Kucing. Upaya tersebut dilakukan seiring meningkatnya suhu udara akibat cuaca ekstrem yang berpotensi memicu kebakaran pada timbunan sampah.

Kepala DLH Kota Tangerang, Wawan Fauzi, mengatakan pihaknya secara rutin melakukan penyiraman di area landfill guna menurunkan suhu timbunan sampah sekaligus mengurangi risiko kebakaran yang dipicu oleh akumulasi gas metana.

“Pada hari ini kami kembali melaksanakan penyiraman di area landfill TPA Rawa Kucing. Langkah ini diharapkan dapat menekan suhu pada timbunan sampah sehingga potensi kebakaran akibat gas metana dapat diminimalkan,” ujar Wawan.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, DLH mengerahkan satu unit Crawler Dumper berkapasitas sekitar 5.000 liter air setiap ritase. Kendaraan itu dimanfaatkan untuk mendistribusikan air ke sejumlah titik di area landfill agar proses penyiraman dapat berlangsung lebih efektif dan merata.

Selain penyiraman rutin, DLH juga memperkuat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang. Sebagai langkah kesiapsiagaan, BPBD menempatkan satu unit mobil pemadam kebakaran di kawasan TPA Rawa Kucing untuk mengantisipasi apabila terjadi keadaan darurat.

Wawan mengapresiasi dukungan tersebut dan menegaskan bahwa sinergi antarinstansi menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan kawasan TPA.

Dok.istimewa

“Kami berterima kasih kepada BPBD Kota Tangerang yang telah menyiagakan satu unit mobil pemadam kebakaran di area TPA. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan kondisi TPA tetap aman dan terkendali,” katanya.

Menurutnya, berbagai upaya pencegahan tersebut bukan hanya dilakukan saat kondisi tertentu, melainkan telah menjadi bagian dari standar operasional prosedur (SOP) yang diterapkan secara konsisten. Petugas melakukan pemantauan kondisi landfill selama 24 jam, disertai penyiraman berkala dan pengawasan terhadap potensi risiko lainnya.

Di sisi lain, DLH Kota Tangerang juga menggandeng Polsek Neglasari dan Koramil 02/Batuceper untuk memberikan sosialisasi kepada para pemulung yang beraktivitas di sekitar TPA. Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keamanan lingkungan sekaligus menciptakan aktivitas yang tertib dan kondusif.

Wawan berharap TPA Rawa Kucing tidak hanya menjadi lokasi yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, tetapi juga tetap menjadi kawasan yang aman dari potensi bencana.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA melalui pemilahan sejak dari rumah. Sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik dapat disalurkan ke bank sampah di lingkungan masing-masing.

“Partisipasi masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah dari sumbernya akan sangat membantu mengurangi timbulan sampah di TPA Rawa Kucing sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Kota Tangerang,” pungkasnya.

Info Redaksi

  • Editor Naskah : Ian Rasya
  • Uploader : Hasnoe